6 Manfaat Pare Untuk Kesehatan
Manfaat Pare Bagi Tubuh
Peria atau pare adalah tumbuhan merambat yang berasal dari wilayah tropis.Pare adalah buah dari keluarga labu terkait erat dengan zucchini, labu dan mentimun. dengan tampilan dan rasa yang unik. Pare juga umumnya dikenal sebagai labu pahit atau Momordica charantia.
Varietas Cina biasanya brwarna hijau pucat, ditutupi dengan benjolan seperti kutil dan panjang. Varietas India biasanya lebih sempit dan memiliki ujung runcing dengan duri kasar dan bergerigi di kulitnya.
Di indonesia Pare sering menjadi pelengkap saat menghidangkan siomai. Karena rasanya yang pahit membuat banyak orang mungkin tidak menyukainya rasanya. Selain rasanya yang tajam dan penampilannya yang berbeda, tapi jika telah dikaitkan dengan beberapa manfaat kesehatan pare sangat mengesankan.
Beberapa Nutrisi Penting pare
Pare memiliki segudang vitamin, seperti vitamin A, C, E, B1, B2, B3 dan B9. Pare juga tinggi vitamin A, vitamin yang larut dalam lemak yang meningkatkan kesehatan kulit dan penglihatan yang tepat.Pare sangat kaya akan vitamin C , mikronutrien penting yang terlibat dalam pencegahan penyakit, pembentukan tulang, dan penyembuhan luka. Selain itu pare juga mengandung seperti kalium, kalsium, magnesium, mineral, fosfor, zinc, dan zat besi, serta kandungan senyawa antioksidan, seperti fenol, dan flavonoid.
Pare tidak hanya kaya akan nutrisi penting tetapi juga terkait dengan banyak manfaat kesehatan, termasuk peningkatan kadar kolesterol dan kontrol gula darah. Pare menyediakan folat , yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan, serta sejumlah kecil potasium, seng, dan zat besi.
Pare juga merupakan sumber katekin, asam galat, epikatekin, dan asam klorogenat yang baik — senyawa antioksidan kuat yang bisa membantu melindungi sel-sel kita dari kerusakan dan rendah kalori juga namun tinggi serat. Memenuhi sekitar 8% dari kebutuhan serat harian kita.
Bioaktif dan protein sitotoksik (inaktivasi ribosom). Oleh karena itu, singkatnya pare adalah anti malaria, anti virus, anti cacing, anti diabetes, anti kelebihan berat badan dan pelindung jantung.
Nutrisi yang terkandung di dalamnya membuat pare memiliki banyak khasiat seperti berikut:
1. Mengendalikan gula darah
Berkat khasiatnya, pare telah lama digunakan oleh sebagian orang untuk membantu mengobati kondisi terkait diabetes.
Pare dianggap meningkatkan cara penggunaan gula di jaringan di tubuh kita dan meningkatkan sekresi insulin , hormon yang bertanggung jawab untuk mengatur kadar gula darah.
Magnesium yang kita peroleh melalui pare bisa memaksimalkan insulin yang bertugas mengatur kadar gula darah. Sehingga pare bisa kita jadikan sebagai pilihan makanan untuk membantu menurunkan gula darah. Selain itu juga, pare mampu mencegah penumpukkan glukosa dalam darah dan hati, otot, dan jaringan lemak.
2. Meningkatkan kekebalan tubuh
Pare banyak mengandung senyawa antioksidan yang berlimpah, salah satunya vitamin C. Antioksidan yang fungsinya membentuk pertahanan terhadap benda asing yang akan merusak tubuh
(radikal bebas). Nah, kita bisa memperoleh sekitar 58 miligram vitamin C dalam 100 gram pare. Berarti, pare dapat memenuhi lebih dari setengah kebutuhan vitamin C harian orang dewasa, yakni 90 miligram untuk laki-laki dan 75 gram untuk perempuan.
Penelitian juga membuktikan, pare mengandung beberapa agen antibakteri dan antivirus. Pare juga mengandung agen anthelmintik, yakni senyawa antiparasit yang bisa membantu mengeluarkan cacing parasit yang berada didalam tubuh.
3. Meredakan gangguan pernapasan lainnya
Kandungan pare dapat mencegah berbagai penyakit pernapasan umum, seperti batuk, flu, atau pilek. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, pare yang di bikin jus juga digunakan untuk mengobati kondisi pernapasan tertentu, seperti batuk kering, bronkitis, dan asma.
Karena kandungan pare memiliki sifat antivirus, antihistamin, dan anti-inflamasi yang membuatnya menjadi makanan tambahan yang sangat ideal untuk melindungi kesehatan pernapasan.
4. Mengobati masalah kulit
Manfaat makan pare lainnya adalah sebagai pengobatan alternatif untuk berbagai masalah kulit, baik yang disebabkan oleh jamur maupun bakteri.
Senyawa antibakteri dan antijamur yang dikandung dalam daun pare bisa membantu melawan infeksi kulit, termasuk kudis (scabies), kurap (ringworm). Caranya cukup mengekstrak daun pare dan oleskan pada area kulit yang mengalami gangguan.
Senyawa anti-inflamasi dalam pare bisa mengobati kondisi penyakit kulit, seperti eksim dan psoriasis. Pare juga dapat membantu menghentikan aktivitas guanylate cyclase, yakni enzim yang bisa memperburuk kondisi psoriasis.
5. Meningkatkan kesehatan tulang dan penyembuhan luka
Pare mengandung vitamin K, yang salah satu jenis vitamin yang larut dalam lemak. Fungsi vitamin K salah satunya adalah mengatur pembekuan darah normal dengan membantu pembentukan protrombin. Kekurangan protrombin bisa membuat tubuh kita mudah memar meski hanya mengalami cedera ringan.
Studi yang diterbitkan Journal of Osteoporosis mengatakan, asupan makanan sumber vitamin K bisa meningkatkan kepadatan tulang.
Hal ini dikarenakan vitamin K yang terdapat pada pare bermanfaat membantu menyebarkan kalsium ke seluruh tubuh kita dan dapat membantu pembentukan protein osteokalsin untuk proses pengerasan tulang pada tubuh kita.
6. Meningkatkan kesehatan pencernaan
Pare dipercaya memiliki efek pencahar alami yang bisa membantu meredakan sembelit atau konstipasi. Senyawa antibakteri yang berada pada pare juga dapat membantu melawan bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) yang menyebabkan luka lambung.
Tingginya kandungan charantin yang terdapat pada pare mampu membantu meningkatkan serapan glukosa dan sintesis glikogen. Hal ini bisa membantu kita menurunkan berat badan berlebih dengan mengurangi penyimpanan sel-sel lemak.
Pare pun bisa di gunakan untuk diet penurunan berat badan , karena rendah kalori namun tinggi serat. Serat melewati saluran pencernaan kita dengan sangat lambat, membantu membuat kamu kenyang lebih lama dan mengurangi rasa lapar dan nafsu makan.
Hal yang harus diperhatikan saat makan pare
Pare biasanya kita makan sebagai tambahan pada beberapa menu makanan, seperti siomai atau gado-gado dan sebagai obat herbal untuk penderita diabetes, kita bisa minum jus pare dengan takaran sekitar 50 sampai 100 ml tiap hari.
Mengonsumsi secara berlebihan bisa menimbulkan beberapa efek samping, seperti infeksi saluran pencernaan, seperti kram, diare, dan perdarahan, serta hepatotoksisitas alias komplikasi organ hati karena efek samping obat.
Wanita tidak boleh makan pare, karena bisa memicu kontraksi dan menyebabkan perdarahan. Ibu menyusui pun sebaiknya tidak makan pare. Hindari makan
biji pare, terutama biji yang berwarna merah. Biji pare juga memiliki sifat racun terhadap anak-anak.
Tapi, jika kita memakanya dalam jumlah sedang, pare menjadi tambahan yang beraroma lezat, bergizi, dan mudah untuk diet yang sehat dan menyeluruh.
Komentar
Posting Komentar